Kapok Dikibuli, Warga Empat Desa di Deli Serdang Demo Tuntut Pengaspalan Jalan

oleh -1,709 views
oleh
Kapok Dikibuli, Warga Empat Desa di Deli Serdang Demo Tuntut Pengaspalan Jalan
Kapok Dikibuli, Warga Empat Desa di Deli Serdang Demo Tuntut Pengaspalan Jalan. (Foto : ABO/Ilustrasi
banner 1000x200

SATYA BHAKTI ONLINE | DELI SERDANG – Kapok Dikibuli, Warga Empat Desa di Deli Serdang demo tuntut janji pengaspalan jalan yang tak kunjung direalisasikan.

Saat  itu, Selasa 15 April 2025 di jalan Limaumungkur, simpang Aek Pancur, Desa Bangun Rejo, dengan mendirikan pentas di tengah jalan dan memasang spanduk bertuliskan kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah, sekira ratusan warga dari empat desa di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang tergabung dalam Pondok Keluh Kesah Masyarakat (PK2M) Tanjung Morawa-DeliSerdang kembali berunjuk rasa menuntut janji pengaspalan jalan yang tak kunjung direalisasikan.

Tidak Mau Dibohongi Lagi, Warga Empat Desa di Deli Serdang Unjuk Rasa Tuntut Pengaspalan Jalan
Tidak Mau Dibohongi Lagi, Warga Empat Desa di Deli Serdang Unjuk Rasa Tuntut Pengaspalan Jalan. (Foto : SBO/Dok)

Alhasil, aksi unjuk rasa yang digelar di ruas jalan itupun nyaris tak bisa dilalui kendaraan.

Adapun empat desa yang terlibat dalam aksi ini yakni Desa Bangun Rejo, Desa Dagang Kerawan, Desa Tanjung Morawa-A dan Desa Aek Pancur.

Baca Juga : Desak Pencopotan Kadus V, Warga Tanjung Morawa A Datangi Kantor Desa

Dalam orasinya, warga yang tergabung dalam PK2M itu menyatakan mereka sudah terlalu lama bersabar dengan kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki.

Mereka merasa janji pengaspalan yang berkali-kali disampaikan hanya menjadi pemanis bibir tanpa tindakan nyata.

“Kami tidak mau dibohongi lagi! Janji sudah berkali-kali, tapi jalan kami tetap seperti kubangan kerbau,” ujar salah seorang warga dalam orasinya.

Selain mengganggu aktivitas warga, orasi warga itu juga mengungkapkan, jalan rusak juga kerap menyebabkan kecelakaan dan menyulitkan akses ke fasilitas umum, terutama saat musim hujan.

Tidak hanya itu saja, keberadaan kendaraan bertonase berat yang selalu melintas di sepanjang jalan 4 desa tersebut juga memparah kondisijalan.

Karena itu, warga menuntut agar pengaspalan jalan dilakukan tahun ini juga dan bukan hanya sekadar wacana.

Selain itu, warga juga menuntut agar kendaraan berat yang tonasenya tidak sesuai dengan kapasitas golongan jalan itu, tidak diijinkan lagi melintas di jalan itu.

Selanjutnya, dalam orasi, masyarakat lain dari 4 desa tersebut menyuarakan kekesalan mereka karena merasa terus dibohongi oleh janji-janji pemerintah yang tak pernah terealisasi.

 “Jangan hanya janji manis!” dan “Kami Butuh Jalan, Bukan Janji!”, sebagai bentuk protes terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai sangat memprihatinkan,” ungkap masyarakat itu.

Selain itu, kepada SATYA BHAKTI ONLINE, salah satu warga mengungkapkan jalan rusak sudah menjadi persoalan utama.

Menurut warga yang tidak ingin namanya ditulisakan itu, setiap musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan anak-anak bersekolah dan warga beraktivitas.

“Kami lelah dijanjikan terus, kami tidak mau dibohongi lagi. Hari ini kami turun ke jalan supaya pemerintah buka mata,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa itupun, mendapat perhatian dari aparat kepolisian dan perwakilan pemerintah daerah yang pada akhirnya datang menemui massa untuk berdialog.

Warga Empat Desa di Deli Serdang Unjuk Rasa Tuntut Pengaspalan Jalan
Warga Empat Desa di Deli Serdang Unjuk Rasa Tuntut Pengaspalan Jalan. (Foto : SBO/Dok)

Dalam pertemuan yang dihadiri Kapolsek Tanjung Morawa, Danramil Tanjung Morawa dan pihak pemerintah yakni Sekcam Tanjung Morawa serta Kepala Desa Bangun Rejo, Kepala Desa Dagang Kerawan dan Pj. Kepala Desa Tanjung Moeawa-A itu, mengaku mendukung aksi penyampaian aspirasi di depan umum karena semua itu dilindungi undang-undang.

Namun, masyarakat diminta untuk menyingkirkan pentas yang didirikan di tengah jalan itu, karena jalan itu diperuntukkan untuk kepentingan umum seperti kepentingan untuk menghantarkan orang sakit.

“Jadi, bagaimana mungkin kendaraan yang membawa orang sakit bisa lewat, kalau jalan itu di tutup,” ungkap salah seorang pejabat yang tergabung dalam forkompincam Tanjung Morawa itu.

Namun, permntaan untuk menyingkir pentas yang didirikan di tengah jalan itu, ditolak warga.

Alasannya, mereka tidak mau lagi dibohongi.

“Jalan kami harus diaspal,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pertemuan itu.

Selanjutnya, warga lain yang juga ikut dalam pertemuan itu menuturkan,pentas itu dapat kami singkirkan, kalau ada pihak yang bisa menjamin dan bertanggungjawab jalan kami ini segera di aspal.

Menanggapi itu, setelah menunggu beberapa lama, pihak forkompincam Tanjung Morawa pun menghadirkan Dinas Pekerjan Umum (PU) Deli Serdang yang diwakili Sekretaris Dinas (Suparno) dan UPT Dinas (Effendi Siregar).

Dalam hal ini, Sekretaris Dinas PU Deli Serdang (Suparno) bersedia sebagai penanggungjawab atas pengaspalan jalan yang dituntut warga itu.

Menurut Suparnao, pengaspaslan itu akan dikerjakan sekira Juni 2025 sepanjang 1,5 kilometer.

Terkait nama dan nilai dana pekerjaan pengaslan jalan itu, Suparno menuturkan, pekerjaan pengaspalan jalan itu adalah pekerjaan pemeliharaan berkala yang pagu anggaran dananya senilai Rp.2.004.000.000.

Dalam pekerjaan pengaspalan jalan itu, Suparno menegaskan, tidak seluruhnya jalan yang dimaksud akan diaspal, tetapi hanya jalan yang dinilai rusak saja yang diaspal.

Sedangkan jalan yang dinilai masih bagus, tidak diaspal,” ungkap Suparno.

Akhirnya, setelah mendengar paparan dan kesediaan Suparno sebagai penanggungjawab atas terlaksananya pengaspalan jalan itu serta penandatangan surat kesepakatan, wargapun bersedia membongkar pentas yang didirikan ditengah jalan itu.

Selanjutnya, wargapun mengakhiri aksi unjuk rasa itu.

Walaupun begitu, warga menegaskan mereka akan terus memantau dan tidak segan melakukan aksi lanjutan jika janji tersebut kembali dilanggar. (red)

Simak terus breaking news dan berita SATYA BHAKTI ONLINE langsung di ponselmu.

beritaonlinesbo.com

dan 

https://www.youtube.com/channel/UCda_FtKirtBBUgosEpJJFcw

Jangan lupa Share, Koment dan Tekan Tombol Like, Subscriber serta Tanda Lonceng agar dapat informasi/berita yang terupdate setiap hari.

Terima Kasih.

 

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Renungan :

Kesulitan yang sebenarnya ialah mengatasi caramu berpikir mengenai diri kamu sendiri.

Bagikan ke :