Foto : SBO-Ist
SATYA BHAKTI ONLINE | JAKARTA β Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Sebelumnya, pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang digelar setelah Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi Ario Seto yang berlangsung sekitar 30 menit, akhirnya DPR menyetujui Suyudi menjadi Kapolri yang baru
menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang resmi diberhentikan oleh Presiden Prabowo dengan hormat dari jabatan Kapolri.
Saat itu, sekira pukul 14.45 WIB, Suyudi Ario Seto dilantik dan diambil sumpahnya.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan keputusan presiden, kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
ERA BARU KEPEMIMPINAN POLRI
Untuk diketahui, pergantian pucuk pimpinan Polri ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di institusi Bhayangkara.
Dengan dilantiknya Suyudi Ario Seto, perhatian publik kini akan tertuju pada bagaimana visi βPolisi Bersama Masyarakatβ diterjemahkan ke dalam kebijakan dan pelayanan kepolisian di lapangan.
Terutama terkait pelayanan publik, penegakan hukum, pemberantasan narkotika, pemberantasan judi daring, serta respons aparat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Di sisi lain, kesinambungan program kepolisian juga menjadi bagian dari agenda awal kepemimpinan baru. Suyudi telah menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap program sebelumnya dan meneruskan program yang dinilai masih baik.
Kini, tongkat komando Polri telah berpindah dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto.
Perubahan tersebut sekaligus membawa harapan dan perhatian publik terhadap arah kebijakan Polri di bawah kepemimpinan baru. (red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang



