Oleh :
Brigjen Pol (Purn) Drs. Adv. Fasial Abdul Naser, MH
JAKARTA | SATYA BHAKTI ONLINE – Pada awal Juni 2025, Presiden RI dijadwalkan akan menghadiri panen raya jagung secara serentak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat petani.
Presiden Republik Indonesia akan hadir secara virtual, menandakan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada pangan.
Polri, melalui gugus tugas ketahanan pangan, telah aktif menggerakkan masyarakat dan kelompok tani untuk menanam jagung, serta mendukung distribusi hasil panen.
Pemanfaatan dan pengembangan ladang jagung tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor usaha agribisnis di Indonesia.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat petani menciptakan ekosistem agribisnis yang lebih kuat dan berdaya saing.
Menurut Brigjen Pol (Purn) Drs. Adv. Fasial Abdul Naser, M.H. pengamat agribisnis yang saat ini juga dipercaya sebagai Chairman Executive Liaison Staff PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, memandang optimalisasi pengembangan sektor usaha agribisnis sangat penting guna mewujudkan program ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Pengalamannya dalam perusahaan multinasional tersebut khususnya di bidang peternakan dan pakan ternak melihat besarnya peluang dan dukungan agribisnis sebagai motor penggerak ekonomi hijau.
Indonesia memiliki potensi agribisnis yang sangat besar dan dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau nasional.
”Agribisnis tidak hanya berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja hijau, mendukung pembangunan rendah karbon, serta mengurangi intensitas emisi nasional. Dari tanah subur ke pangan lestari untuk seluruh negeri,” ujar Faisal dalam paparannya di hadapan media pada 28 Mei 2025 di Jakarta.
Diperlukan diversifikasi produk pertanian, pemanfaatan pasar domestik yang luas, serta peningkatan ekspor sebagai peluang utama dalam pengembangan agribisnis berbasis ekonomi hijau.
”Indonesia memiliki potensi agribisnis yang sangat besar, dan mampu diarahkan untuk berorientasi pada konsep ekonomi hijau atau green economy,” kata Faisal Abdul Naser.
Konsep green economy atau ekonomi hijau adalah gagasan pengembangan ekonomi yang menitikberatkan pada pertumbuhan berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.
”Dalam konteks pengembangan ladang jagung, penerapan ekonomi hijau berarti mendorong produksi pertanian yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
”Panen Kalimantan Barat pada Juni nanti diperkirakan mencapai 56.000 Ha, juga di provinsi-provinsi lain. Saya optimis, Indonesia memiliki peluang green economy yang besar di sektor pertanian, yaitu sektor agribisnis,” tambah Faisal.
Pengembangan ladang jagung oleh pemerintah bersama masyarakat membuka sejumlah peluang strategis di sektor agribisnis, antara lain diversifikasi produk pertanian yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian, pemanfaatan potensi pasar domestik yang sangat besar untuk produk jagung dan turunannya, budaya konsumsi produk hewani yang terus tumbuh, di mana jagung menjadi bahan baku utama pakan ternak, serta peningkatan permintaan ekspor jagung seiring dengan pertumbuhan industri pangan dan pakan global.
Faisal melihat pentingnya peran agribisnis dalam ekonomi hijau, dimana perlu menekankan pentingnya optimalisasi sektor agribisnis yang merupakan kunci mewujudkan program ekonomi hijau yang berkelanjutan di Indonesia.
Dalam paparannya, Faisal menilai bahwa pengembangan usaha agribisnis harus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan sumber daya, dan berorientasi pada keberlanjutan sosial serta lingkungan.

Keterlibatan aktif Polri dalam program ketahanan pangan membuktikan bahwa institusi ini tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Polri menjadi motor penggerak transformasi sektor agribisnis, sekaligus pilar penting dalam menjaga ketahanan nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri, sejahtera, dan berwawasan lingkungan. ****
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Seorang raja harus menjaga kesejahteraan rakyatnya seperti seorang ayah terhadap anak-anaknya.”








