Satya Bhakti Online | Mandailing Natal —
Begini ceritanya……….
Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Saat itu, Selasa (25/11). di Kecamatan Siabu, angin kencang disertai banjir besar menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian masyarakat terendam air hingga mencapai ketinggian 5 meter.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak malam sebelumnya membuat debit air sejumlah sungai yakni Sungai Batang Angkola dan Sungai Batang Gadis di wilayah tersebut meluap.
Klik dan Tonton Youtube SBO : Angin Kencang dan Banjir Landa Madina, Ratusan Lahan Masyarakat Kecamatan Siabu Terendam
Untungnya, bencana tersebut tidak ada korban jiwa.
Kondisi diperparah oleh angin kencang yang memicu tumbangnya pohon di beberapa titik, serta merusak sebagian atap rumah warga.
Selain itu, ratusan lahan pertanian seperti sawah dan areal kebun milik warga di 3 desa yakni Desa Bonan Dolok, Desa Simangambat dan Desa Tangga Bosi menjadi lokasi paling terdampak.
Air meluap dengan cepat dan menenggelamkan area yang sehari-hari menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
“Air naiknya sangat cepat. Dalam waktu kurang dari satu jam, sawah kami sudah tak terlihat lagi. Tingginya sampai lima meter,” ungkap salah seorang warga yang mengaku setiap musim panen mengandalkan hasil padi dari lahan tersebut.
Sejumlah warga juga melaporkan kehilangan ternak serta kerusakan fasilitas irigasi.
Selain itu, akses antar desa sempat terputus akibat material banjir dan pohon tumbang serta banjir yang menutup badan jalan.
Hingga berita ini diturunkan, dipastikan tidak ada warga yang terisolasi.***
Laporan Jurnalist : Ashari Pasaribu
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Hidup tak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan telapak tangan kita dapat mengubah hidup kita jauh lebih baik lagi.”











