Foto : SBO - Ist
SATYA BHAKTI ONLINE | KARO β Upaya memperkuat pelayanan sosial-keagamaan di tengah masyarakat terus dilakukan.
Saat itu, Jumat 9 Oktober 2026Β di Desa Sikap, Dusun Siberteng, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara menggelar kegiatan pelatihan bilal mayit dan penggali kubur.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjalankan fardu kifayah, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan tenaga bilal mayit.
Adapun kegiatan yang melibatkan melibatkan Pemuda ICMI dan IKA HMI Β tersebut mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi Purnawirawan Drs. Agus Andrianto, SH, MH.
Dalam kegiatan itu, Agus Andrianto turut memberikan perhatian terhadap pembinaan dan edukasi bilal mayit, terutama bagi masyarakat di daerah yang belum memiliki bilal mayit.
Keberadaan bilal mayit sendiri memiliki peran penting dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Muslim.
Mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan hingga mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman, seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang dikenal sebagai fardu kifayah.
Namun, di sejumlah daerah, ketersediaan tenaga yang memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas tersebut masih menjadi tantangan.
Karena itu, pelatihan seperti ini dinilai penting, bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memastikan adanya regenerasi sehingga pelayanan fardu kifayah dapat terus berjalan di tengah masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Sebagai bentuk perhatian dan apresiasi, kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian bingkisan kepada para bilal mayit di wilayah tersebut.
Akhirnya, kegiatan tersebut ditutup Ketua Umum Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara (Pusman) yang dalamdalini menuturkan, pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjalankan fardu kifayah di daerah masing-masing.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan ini.
Sebab, menjadi bilal mayit dan penggali kubur bukan semata-mata sebuah profesi, tetapi juga bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat. (SBO-33/red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang



