6. Polri harus terus melakukan pembenahan internal dengan menjunjung sikap rendah hati dan terbuka terhadap perubahan.
“Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri, justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik,” tegas Presiden Prabowo mengakhiri sambutan dan arahannya itu.
Sementara itu, Presiden Prabowo juga berkesempatan menyampaikan apresiasi kepada Polri yang dinilai terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, disiplin, pelayanan publik dan memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa.
Momentum Evaluasi dan Penguatan Institusi
Untuk diketahui, peringatan HUT Polri ke-80 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja institusi kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Berbagai tantangan, mulai dari kejahatan konvensional, kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, tindak pidana korupsi, hingga ancaman terhadap keamanan nasional, menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dihadapi secara profesional.
Dengan transformasi kelembagaan yang berkelanjutan, Polri diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjawab harapan masyarakat.
Harapan Masyarakat terhadap Polri
Masyarakat berharap Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat penanganan laporan masyarakat, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
Keberhasilan Polri menjaga keamanan dan menegakkan hukum secara profesional diyakini akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, serta terciptanya rasa aman di tengah kehidupan masyarakat.
Peringatan HUT Polri ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran kepolisian dalam mewujudkan institusi yang semakin dipercaya, profesional, modern, dan selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang













